Minggu, 11 November 2007

Karanganku ,Hidupku
Karya : Nuurul Fajari Fadhillah*

Rini sangat gemar membaca. Berbagai jenis bacaan telah ia baca, seperti koran, cerpen, novel, dan yang lainnya. Suatu hari ia bercerita pada ibunya, Bu kenapa ya aku nggak bisa mengarang ? Padahal aku kan suka baca, bahkan sangat suka. Lalu ibu berkata sebenarnya kamu bisa kok. Kalau menurut kamu karanganmu kurang bagus, belajar terus.
Malam hari setelah belajar untuk sekolah, Rini belajar mengarang dengan sungguh-sungguh. Di tempat sampah Rini terdapat banyak gulungan kertas. Kertas di tempat sampah itu adalah kertas untuk mengarang yang salah. Akhirnya satu karangan pun jadi. Rini sangat puas dengan hasil karangannya yang petama. Setelah itu ia shalat Isya dan tidur.
Keesokan harinya ia meminta ibunya mengomentari karangannya. Saat membaca karangannya, Rini memperhatikan ibu membaca sambil tersenyum-senyum. Setelah selesai membaca ibunya berkata, karangan Rini bagus sekali. Rini langsung tersanjung mendengarnya. Terima kasih, Ibu, katanya.
Di sekolah ia meminta teman-temannya mengomentari hasil karangannya, seperti yang ia lakukan pada ibunya tadi. Ternyata reaksi teman-temannya sama dengan ibunya, yaitu bagus sekali. Hati Rini tambah senang.
Setiap malam berikutnya, ia membuat satu karangan. Ibunya menyarankan kirimkan saja ke majalah. Lalu Rini mengirimkan karangan-karangannya ke majalah. Dan dimuat.
Setiap karangan yang dimuat mendapatkan honor. Honor itu ia buat membayar sekolah. Jadi ibunya tidak perlu repot membayar uang sekolah, meskipun ia keluarga yang lumayan mampu.
Depok, April 2006

Tidak ada komentar: