Hadiah Terindah Untuk Jasmine
Karya : Nuurul Fajari Fadhillah*
Besok adalah hari ulang tahun Jasmine yang ke sepuluh. Ia berpikir besok pagi akan disambut dengan hadiah, kue tart dan pernak-pernik ulang tahun lainnya, seperti tahun-tahun sebelumnya.
Pagi yang t’lah dinanti Jasmine, tiba. Namun apa yang ia pikirkan tadi malam, salah. Tak ada hadiah, kue tart dan pernak-pernik ulang tahun lainnya. Lalu ia pergi ke dapur. Mungkin ibu sedang membuat kue tart untuknya, pikirnya. Tetapi tidak, ibu membuat sarapan seperti biasa. Lalu ia pergi ke ruang tamu, ia berpikir mungkin ayahnya sedang memasang pernak-pernik ulang tahun lainnya. Tetapi tidak. Ayahnya sedang membaca koran seperti biasa. Lalu ia pergi ke kamar kakaknya. Ia berpikir kakaknya sedang membungkus kado untuknya. Tetapi tidak, kakaknya masih tidur. Dengan sedih ia mengambil handuk untuk mandi.
Di sekolah Jasmine murung. Ia tidak bisa menangkap pelajaran dengan baik. Saat pulang ia mengajak temannya ke rumahnya bermain, untuk menghibur hatinya. Tetapi temannya tidak mau.
Sebenarnya ibunya mau memberi surprise, yaitu perayaan ul-tah besar-besaran untuknya. Pulang sekolah sesampainya di rumah, sudah ramai teman-teman dan saudara-saudaranya berkumpul. Jasmine merasa aneh. Lalu ibunya memberi tahu bahwa ini surprise untuknya. Surprise apa ? Ulang tahunmu. Jasmine langsung memeluk ibunya dan mengucapkan terima kasih pada ibunya.
Ulang tahun berlangsung meriah sekali. Hari ini aku sangat bahagia, Bu. Kata Jasmine kepada ibunya. Setelah ulang tahunnya selesai, ia membuka kado dari ayah, saudara-saudara dan teman-temannya.
Ternyata dari ayahnya sangat istimewa, yaitu sebuah komputer. Tanpa berlama-lama ia langsung memeluk ayahnya dan mengucapkan terima kasih. Jasmine melanjutkan membuka kado dari ibunya. Isi dari kado ini sudah lama ia impikan, yaitu sebuah sepeda mini. Dan reaksinya sama. Ia langsung memeluk ibunya dan mengucapkan terima kasih. Kado dari saudara-saudaranya ada tas, topi, barbie, alat tulis, boneka kelinci dan yang lainnya. Pokoknya banyak. Karena sangat senang Jasmine sampai menangis.
Kakaknya merasa aneh melihat Jasmine menangis, dan bertanya. Mengapa kamu menangis Jasmine ? Aku sangat bahagia kakak, katanya. O...aku kira kamu sedih kata kakaknya. Tidak iiiini adalah hari terindahku selamanya. Semuanyapun ikut bahagia.
Depok, Januari 2006
Minggu, 11 November 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar